Dalam foto, yang belum terverifikasi, menunjukkan, 3 pria berada di sekeliling bangkai singa. Salah satu pria memegang kepala singa kurus yang tak lagi bernyawa. Lainnya terlihat sedang memotong daging dari kaki belakang hewan itu. Apa yang terlihat seperti bongkahan daging teronggok di lantai semen di dekatnya. Hewan malang yang dikorbankan itu diduga berasal dari Kebun Binatang Al-Qarya al-Shama.
Laporan lain menyebut, pria-pria itu tak hanya mengambil dagingnya, tapi juga mengulitinya -- untuk dijadikan jaket pengusir hawa dingin. Sementara, ada yang menyebut, binatang itu sudah mati duluan sebelum dagingnya diambil untuk dikonsumsi. Penduduk di kawasan terparah terdampak perang sipil, termasuk di wilayah timur Ghouta, nyaris putus asa kekurangan makanan.
Itulah yang membuat seorang ulama menfatwakan boleh makan daging dan kucing. "Bukan karena itu halal, namun sebagai refleksi dari realitas bahwa kami menderita," kata Sheikh Saleh al - Khatib, seperti dikutip dari Daily Mail, "Orang-orang di sini tak punya apapun untuk memberi makan anak-anak mereka."
Menurut Daily Telegraph, PBB mengatakan bahwa warga sipil yang kelaparan di Suriah berada di daerah terkepung, yang tak bisa diakses bantuan makanan. PBB membagi-bagikan makanan untuk 3,3 juta orang di Suriah pada bulan Oktober. Badan Pangan PBB menambahkan, status gizi mereka yang terperangkap sangat memprihatinkan, terus menurun dalam waktu beberapa bulan.